Kamis, 23 Februari 2017

Sejarah yang Kelam di Balik 'Terowongan Harapan' Sarajevo

Lima meter di bawah landasan pacu Bandara Sarajevo terdapat sebuah terowongan kecil yang dibuat selama masa pengepungan kota tersebut. Terowongan itu memiliki panjang sekitar 800 meter, dan digunakan sebagai akses untuk keluar masuk Kota Saravejo.


Pada musim semi tahun 1992, pasukan Serbia mengepung Kota Saravejo dan Herzegovina kemudian mulai melakukan serangan penembakan. Sekitar 300 ribu warga terjebak dalam kota dengan akses jalan keluar yang terputus, berhentinya pasokan makanan dan obat-obatan serta penarikan air bersih dan listrik. Dengan insiden ini, banyak warga yang kelaparan meskipun PBB sudah memberikan bantuan kemanusiaan. Bantuin tersebut rupanya tak pernah sampai ke warga Kota Saravejo dan Herzegovina.

Di sisi lain Bandara Saravejo, terdapat kehidupan Kota Bosnia yang aman dan tentram. Penduduk kota yang terjebak hanya perlu melewati bandara tersebut. Namun, jika ada penduduk yang terlihat berada di jalan Kota Saravejo, pasukan sniper lengkap dengan tembakannya siap untuk menembaki dengan sangat kejam. Setidaknya 200 orang dinyatakan tewas dan 1000 orang lainnya terluka akibat insiden penembakan tersebut.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan ini, seorang insinyur sipil asal Bosnia, Nedzad Brankovic membuat rencana pembangunan terowongan yang menghubungkan 2 kota antara Saravejo dan Dobrinja. Pembangun terowongan dimulai pada tahun 1993, dan dikerjakan selama 6 bulan dengan pintu masuk Saravejo berada di sebuah rumah sederhana dekat bandara, milik seorang pria bernama Bajro Kolar, dan pintu masuk di Dobrinja disembunyikan dalam garasi gedung apartemen.

Dalam sehari ribuan orang yang membawa puluhan ton bahan makanan berlalu lalang melewati terowongan ini. Namun karena tidak tersedianya ventilasi, udara di dalam terowongan menjadi sangat pengap dan bau. Sehingga mengharuskan siapapun yang lewat untuk memakai masker penutup.

Terowongan ini pun tak berumur panjang, pada tahun 1994 pasukan serbia mengetahui keberadaan terowongan tersebut dan berusaha menghancurkannya. Pasukan Serbia menaruh bom rakitan di kedua sisi pintu masuk terowongan dan setelah perang dinyatakan berakhir, terowongan pun ikut runtuh dengan sebagian besar sisinya terendam air.

Artikel yang Tak Kalah Menarik :


Namun berkat Bajro Kolar bagian pendek dari terowongan itupun berhasil diselamatkan dan diawetkan. Kemudian dibangunlah Museum Terowongan Saravejo di dekat tempat bersejarah tersebut yang hingga kini menjadi salah satu tempat berwisata di Kota Bosnia dan dikunjungi oleh banyak turis asing. Sayangnya, museum tersebut masih milik pribadi belum diresmikan sebagai aset negara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar